7.09.2015

Suka Duka Naik Kereta



Ada - ada aja tingkah orang-orang yang ada dikereta. Terkadang itu menjadi suatu kelucuan tersendiri buat aku. Kadang sebel, kadang bete, kadang cape, kadang gerah, kadang lucu, kadang bisa bahagia disaat dapet tempat duduk dari stasiun Tn.abang sampe Citayam. Itu rasanyaa sejahtera banget. Haha.

Ada banyak cerita pada transportasi massal yang dikenal cepat itu (kereta). Satu ketika ada moment dimana saat mau berangkat kerja, di stasiun Tebet ada seorang perempuan yang turun dari kereta tapi kemudian dia naik lagi dengan muka sedih dan tangannya gemeteran sambil bilang “Tas aku ilang.. tas aku ada disitu gak?” kemudian semua mata tertuju pada perempuan tersebut. “Tadi pas mau turun aku pegang tas aku, tapi pas udah turun tasnya udah gak ada.. semuanya ada disitu barang2 hp, dompet.. aku gak punya ongkos.. mana udah telat mau ke kantor..” kata perempuan itu. Akhirnya perempuan itupun naik lagi kedalam kereta. Keadaan didalam kereta saat itu penuh sesak bangetttt. Dan akhirnya ada salah satu penumpang yang merasa ada yang mengganjal dibawah kakinya. Ternyata benar tas nya ketemu. Sontak semua orang disitu pada ucap “Alhamdulillah…..”. Ternyata tas nya itu talinya putus terus jatuh di kereta. Hadeeh ada2 aja kan..

Ada lagi satu cerita dimana saat itu aku mau berangkat kerja lagi. Ada anak berseragam SMA mau naik kereta dari stasiun Citayam. Entah gimana kejadiannya jari tangan anak itu kejepit pinggir pintu kereta. Anak itu nangis kesakitan sambil minta tolong. Untung dia naik di gerbong cewe paling depan. Jadi masih bisa bilang ke masinis suruh buka pintu kereta. Akhirnya terlepaslah jari anak tersebut. Tapi kayanya lumayan sakit. Soalnya itu anak sampe nyesek gitu nangisnya. Haduuhh kasian..

Ada lagi anak SMA ceritanya mau PKL. Pingsan dikereta katanya si belum sarapan jadi udah kereta penuh, sesak, gak ada oksigen. Pingsan lah dia..

Ada satu lagi yang unik, ceritanya pas aku mau pulang kerja. Keretanya lumayan penuh dan aku gak dapet tempat duduk. Aku berdiri didepan ibu2 mungkin sekitar umur 35-40an kali yah. Awalnya dia tidur kemudian dia bangun, terus tiba2 ngeluarin kantong kresek gitu. Gak taunya dia mau muntah dan temen yang ada disebelahnya kerokin dia. Katanya ibu2 itu lagi gak enak badan. Itu dikerokin sampe merah banget. Haduh2 mana kaki ku kena muntahannya…

Teruuuusss… ada kejadian menyeramkan. Waktu itu pertama kali aku pulang naik di gerbong cowo sendiri tanpa teman. Pas sampai stasiun Sudirman keadaan kereta lumayan penuh. Lalu ada seorang bapak2 mengaku kehilangan hp. “Sebelum naik kereta saya lagi smsan sama istri saya” kata bapak itu. “Waktu saya naik kereta hp nya sudah gak ada..” lanjut bapak itu. Langsung seseorang miscall nomor bapak itu, tersambng tapi ga ada suara dering hp nya. Penumpang disitu pada bilang “Ayo ngaku aja siapa yang ambil, lempar aja hp nya ke bawah daripada ketauan nanti di gebukin..”. nomor terus di miscall tapi gak ada yang mau ngaku. Ada salah satu penumpang pria berkata dan bercerita ke aku dan penumpang lain “Pelakunya masih ada di gerbong ini kok, saya tau wajahnya saya hafal banget waktu itu pernah kejadian seperti ini persis dia naik di Sudirman, waktu itu hpnya dilempar ke bawah. Pelakunya pakaiannya rapih, kepalanya agak botak, badannya agak besar. Gak ada yang nyangka kalo dia pelakunya karena pakaiannya rapih. Pasti nanti dia turun di Manggarai/ Tebet.” Jelas salah satu penumpang yang pernah jadi saksi. Ternyata benar orang yang disangka pelaku itu turun di stasiun Manggarai. “Habis gimana kita bisa aja tuduh dia (pelaku) yang ambil hp, tapi kita ga ada bukti. Lagi juga di gerbong iini pasti banyak temennya. Jadi dia dilindungi”. Hp yang dicopet itu akhirnya diikhlaskan oleh bapak yang punya hp. Merk nya lenevo warna hitam.





12.13.2014

Kenangan Bersama Ibu Dosen Pembimbing

Tepatnya pada tahun 2013 lalu, waktu aku dan teman-teman 3DB01 sedang membuat penulisan ilmiah. Kurang lebih 3 bulan lamanya aku dan tmn2 bimbingan, dan selama itu pula aku mengenal sosok beliau.

Beliau bernama Dr. Dyah Pratiwi. Awal pertama bertemu itu rasanya takut degdegan. Dan pas saat aku tau kalau beliau yang menjadi dosen pembimbing aku, aku kaget, sedih, dan ga kebayang lagi gimana jadinya. Dulu beliau dosen yang sangat disegani dan ditakuti oleh mahasiswanya. Tapi pandangan itu semua berubah sejak aku jadi mahasiswa bimbingannya...

Awalnya sedih belum dapet ide mau bikin penulisan/aplikasi apa, dengan baiknya beliau memberi saran untuk membuat suatu aplikasi pembelajaran dengan animasi. Akhirnya dibuatlah aplikasi tersebut seiring berjalannya waktu. Aku dan temenku selalu bertemu dengannya setiap hari jumat siang. Tapi pernah sekali ga bimbingan karna beliau sibuk. Beliau sabar banget ngebimbing kami, banyak ilmu yang beliau sampaikan, terutama pada poin penulisan. Beliau selalu berkata "Setelah titik spasi dua kali ya.. kalimat harus konsisten..". Beliau sangat memperhatikan sekali kata demi kata, kalimat demi kalimat, apakah ada yang salah, dll. Beliau juga banyak memberikan saran dan kritik agar penulisan kami menjadi baik. Disetiap minggunya pasti beliau memberikan revisi. Beliau itu sangat perfect, makanya beliau ga mau ada kesalahan sedikitpun pada penulisan ilmiah yang kami buat, agar saat sidang nanti bebas dari revisi lagi :D
Beliau itu suka bercanda, lucu, sebenernya sih agak cuek, gak jaim, dan apa adanya. Beliau selalu memotivasi mahasiswanya. Aku bangga banget dan bersyukur banget pernah jadi mahasiswanya.

Seiring berjalannya waktu, PI kami pun selesai, waktu itu bertepatan dengan bulan puasa di tahun 2013. Kami seneeeeng banget dan mohon doa restu agar sidangnya lancar. Dan sidangpun berlalu, kami dinyatakan lulus. Kamipun memberi hadiah tanda ucapan terima kasih pada bu Dyah berupa tas dan makanan.

Kemudian, pas awal desember 2014 datang kabar menyedihkan..
Bu Dyah, seorang dosen terbaik di Gunadarma wafat. Beliau telah meninggalkan kami semua mahasiswanya untuk selamanya :'(
Kami semua gak percaya, tapi ini kenyataannya. Beliau meninggal di usia 52thn karna sakit. Ibu itu dosen yang baik banget, tegas, dan berwibawa.
Kami ga akan ngelupain ilmu yang udah ibu berikan, semoga ibu di tempatkan disisi yg indah disana, dan semoga amal ibadah ibu diterima Allah swt. Aamiin

6.22.2013

Pengertian International Electronic Fund Transfer


INTERNATIONAL ELECTRONIC FUND TRANSFER SYSTEM

Electronic Funds Transfer Systems (EFTS) sudah menjadi metode utama yang melibatkan pembayaran dana dalam jumlah besar yang dilakukan lembaga keuangan dan nasabah bisnisnya. EFT didefinisikan sebagai pemindahan dana yang diawali dari terminal elektronik, instrument telpon, computer, atau magnetic tape untuk memesan, memerintahkan, atau memberikan kewenangan kepada lembaga keuangan untuk mendebet atau mengkredit rekening. Kemampuan lembaga keuangan untuk menyediakan jasa-jasa tersebut seiring dengan perkembangan teknologi computer dan teknologi komunikasi data.

FEDWIRE

Fedwire adalah jaringan pemindahan dana dan surat-surat berharga berskala nasional yang diselenggarakan oleh bank sentral Amerika Serikat yang dikenal sebagai Federal Reserve. Sistem ini terhubung ke 12 bank sentral Negara bagian dengan banyak lembaga keuangan yang tergabung dalam jaringan tersebut yang memiliki cadangan atau rekening kliring di Fedres. Fedwire memproses hampir US$1.4 trillion per hari dalam bentuk dana dan surat-surat berharga. Sistem pemindahan dana melalui Fedwire menyediakan transfer elektronik antar lembaga keuangan dan mempunyai fungsi baik sebagai proses kliring maupun pengendapan dananya (settlement). Pelayanan Fedwire bisa diakses melalui computer interface secara langsung atau secara off-line dari pesawat telpon melalui system pengiriman elektronik berbasis PC yang dikenal sebagai Fedline. 
Beberapa karakteristik Fedwire adalah sebagai berikut:

• Sistem pembayaran secara real-time dari Federal Reserve
• Digunakan oleh lembaga-lembaga keuangan yang memiliki rekening di Federal Reserve
• Digunakan terutama untuk pemindahan dana yang relative besar yaitu dengan rata-rata sebesar $3.5M
• Koneksi On-line yang mencakup 7800 institusi dan 99% transfer memakai koneksi ini:
– Direct connection
– Computer dialup
• Koneksi Off-line mencakup 1700 institutions dan 1% of transfers
– Instruksi telpon dengan katasandi tertentu
• Akses FedLine dari PCs
• Beberapa layanan lainnya berbasis Web tetapi bukan jasa pemindahan dananya

Peserta Fedwire
• Lembaga Depository
• Agen atau cabang bank-bank asing
• Bank anggota dari Federal Reserve System
• U.S. Treasury dan authorized agencies
• Bank sentral Negara lain, otoritas moneter Negara lain, pemerintahan Negara lain, organisasi internasional tertentu; serta
• Pihak lain yang disahkan oleh Reserve Bank

Mekanisme Kerja Fedwire

CHIPS

Clearing House Interbank Payment System (CHIPS) adalah jaringan pemindahan dana yang dimiliki dan dioperasikan oleh (NYCHA) untuk mengirim dan menerima pembayaran dalam U.S. dollar antara bank-bank, baik bank domestik maupun bank asing, yang mempunyai kantor di kota New York. Beberapa informasi lain mengenai CHIPS ini adalah sebagai berikut:
– Dimiliki pihak swasta
– Mencakup 128 banks di 29 negara
– Total $1.44T dipindahkan perhari dengan rata-rata transaksi sebesar $6.6M
– Biaya transaksi berkisar antara $0.13 – $0.40



Mekanisme Operasi CHIPS

CHIPS merupakan system pembayaran netto multilateral. Tidak seperti Fedwire, pemindahan dana melalui CHIPS tidak diendapkan pada saat instruksi pembayaran dikirimkan, tetapi baru diendapkan pada akhir hari melalui net settlement arrangement dilaksanakan bersama Bank sentral Negara bagian New York.

SWIFT

Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunications (SWIFT) adalah kerjasama nir laba dari anggota bank yang melayani jaringan telekomunikasi antar bank, yang berbasis di Brussels Belgia. Tidak seperti EFT systems, SWIFT hanya menyediakan instruksi untuk melakukan pemindahan dana. SWIFT tidak memiliki mekanisme penyerahan dana (settlement). Pemindahan dana aktualnya dilaksanakan melalui pendebetan atau pengkreditan terhadap rekening bersangkutan pada lembaga peserta jaringan. Beberapa data atau penjelasan ringkas mengenai SWIFT adalah sebagai berikut:
• Mencakup 7125 lembaga di 193 negara
• Sebanyak 1.27 milyar pesan per tahun dengan nilai dana $5 triliun per hari
• Biayat ~ $0.20 per pesan
• Menggunakan X.25 packet protocol
• Mulai mengarah ke full IP network pada tahun 2002

CHAPS

CHAPS (Clearing House Automated Payment System) adalah sistem pemindahan elektronik untuk pengiriman pembayaran antar bank di hari yang sama. Sistem ini beroperasi dengan bekerja sama dengan Bank of England dalam menyediakan jasa pembayaran dan penyelesaiannya. System yang sudah dikemabngkan sejak tahun 1984 ini merupakan salah satu system pembayaran seketika yang terbesar setelah Fedwire di Amerika Serikat

TARGET

TARGET, singkatan dari Trans-European Automated Real-time Gross settlement Express Transfer system, adalah system pembayaran seketika untuk mata uang euro di eropa. Sistem ini terdiri dari 15 RTGS nasional negara-negara di Eropa. TARGET system seketika (a real-time system) yang dalam kondisi normal pembayaran akan mencapai tujuan dalam beberapa menit saja atah bahkan detik.

Sumber : http://roeyan-db.blogspot.com/2012/06/sistem-perbankan-elektronik.html

Pengertian E-Banking dan M-Banking serta prinsip penerapan E-Banking

Pengertian E-Banking dan M-Banking , serta prinsip
penerapan E-Banking

Saluran dari e-Banking yang telah diterapkan bank-bank di Indonesia sebagai berikut:

1. ATM, Automated Teller Machine atau Anjungan Tunai Mandiri

Ini adalah saluran e-Banking paling populer yang kita kenal. Setiap kita pasti mempunyai kartu ATM dan menggunakan fasilitas ATM. Fitur tradisional ATM adalah untuk mengetahui informasi saldo dan melakukan penarikan tunai. Dalam perkembangannya, fitur semakin bertambah yang memungkinkan untuk melakukan pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (a.l. kartu kredit, listrik, dan telepon), pembelian (a.l. voucher dan tiket), dan yang terkini transfer ke bank lain (dalam satu switching jaringan ATM). Selain bertransaksi melalui mesin ATM, kartu ATM dapat pula digunakan untuk berbelanja di tempat perbelanjaan, berfungsi sebagai kartu debit. Bila kita mengenal ATM sebagai mesin untuk mengambil uang, belakangan muncul pula ATM yang dapat menerima setoran uang, yang dikenal pula sebagai Cash Deposit Machine/CDM. Layaklah bila ATM disebut sebagai mesin sejuta umat dan segala bisa, karena ragam fitur dan kemudahan penggunaannya.

2. Phone Banking

Ini adalah saluran yang memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi dengan bank via telepon. Pada awalnya lazim diakses melalui telepon rumah, namun seiring dengan makin populernya telepon genggam/HP, maka tersedia pula nomor akses khusus via HP bertarif panggilan flat dari manapun nasabah berada. Pada awalnya, layanan Phone Banking hanya bersifat informasi yaitu untuk informasi jasa/produk bank dan informasi saldo rekening serta dilayani oleh Customer Service Operator/CSO. Namun profilnya kemudian berkembang untuk transaksi pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (a.l. kartu kredit, listrik, dan telepon), pembelian (a.l. voucher dan tiket), dan transfer ke bank lain; serta dilayani oleh Interactive Voice Response (IVR). Fasilitas ini boleh dibilang lebih praktis ketimbang ATM untuk transaksi non tunai, karena cukup menggunakan telepon/HP di manapun kita berada, kita bisa melakukan berbagai transaksi, termasuk transfer ke bank lain.

3. Internet Banking

Ini termasuk saluran teranyar e-Banking yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi via internet dengan menggunakan komputer/PC atau PDA. Fitur transaksi yang dapat dilakukan sama dengan Phone Banking yaitu informasi jasa/produk bank, informasi saldo rekening, transaksi pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (a.l. kartu kredit, listrik, dan telepon), pembelian (a.l. voucher dan tiket), dan transfer ke bank lain. Kelebihan dari saluran ini adalah kenyamanan bertransaksi dengan tampilan menu dan informasi secara lengkap tertampang di layar komputer/PC atau PDA.

4. SMS/m-Banking

Saluran ini pada dasarnya evolusi lebih lanjut dari Phone Banking, yang memungkinkan nasabah untuk bertransaksi via HP dengan perintah SMS. Fitur transaksi yang dapat dilakukan yaitu informasi saldo rekening, pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (a.l. kartu kredit, listrik, dan telepon), dan pembelian voucher. Untuk transaksi lainnya pada dasarnya dapat pula dilakukan, namun tergantung pada akses yang dapat diberikan bank. Saluran ini sebenarnya termasuk praktis namun dalam prakteknya agak merepotkan karena nasabah harus menghapal kode-kode transaksi dalam pengetikan sms.

Di balik kemudahan e-Banking tersimpan pula risiko, untuk itu diperlukan pengaman yang baik. Lazimnya untuk ATM, nasabah diberikan kartu ATM dan kode rahasia pribadi (PIN); sedangkan untuk Phone Banking, Internet Banking, dan SMS/m-Banking, nasabah diberikan kode pengenal (userid) dan PIN. Sebagai pengaman tambahan untuk internet banking, pada bank tertentu diberikan piranti tambahan untuk mengeluarkan PIN acak/random. Sedangkan untuk SMS Banking, nasabah diminta untuk meregistrasikan nomor HP yang digunakan.
Dengan beragamnya kemudahan transaksi via e-Banking, kini pilihan ada di tangan kita untuk memanfaatkannya atau tidak. Namun mengingat tidak semua bank menyediakan layanan-layanan tersebut, maka seberapa pintarkah bank kita? Untuk dapat bertransaksi pintar, kini saatnya memilih bank pintar kita, tentunya sesuai kebutuhan transaksi.

 

Jenis-jenis E-Banking

JENIS-JENIS E-BANKING

Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi di perbankan nasional relatif lebih maju dibandingkan sektor lainnya. Berbagai jenis teknologinya diantaranya meliputi Automated Teller Machine, Banking Application System, Real Time Gross Settlement System, Sistem Kliring Elektronik, dan internet banking. Bank Indonesia sendiri lebih sering menggunakan istilah Teknologi Sistem Informasi (TSI) Perbankan untuk semua terapan teknologi informasi dan komunikasi dalam layanan perbankan. Istilah lain yang lebih populer adalah Electronic Banking.

Electronic banking mencakup wilayah yang luas dari teknologi yang berkembang pesat. Beberapa diantaranya terkait dengan layanan perbankan di “garis depan” atau front end, seperti ATM dan komputerisiasi (sistem) Perbankan, dan beberapa kelompok lainnya bersifat “back end”, yaitu teknologi-teknologi yang digunakan oleh lembaga keuangan, merchant, atau penyedia jasa transaksi, misalnya electronic check conversion.

Selain itu, beberapa jenis E-banking terkait langsung dengan rekening bank. Jenis E-Banking yang tidak terkait rekening bias any berbentuk nilai moneter yang tersimpan dalam basis data atau dalam sebuah kartu (chip dalam smart card). Dengan semakin berkembangnya teknologi dan kompleksitas transaksi, berbagai jenis E-bankinf semakin sulit dibedakan karena fungsi dan fiturnya semakin terintegrasi atau mengalami konvergensi. Sebagai contoh, sebuah kartu plastik mungkin memiliki “magnetic strip”- yang bisa mengkaitkan dengan rekening bank, dan juga memiliki nilai moneter yang tersimpan dalam sebuah chip. Kadang kedua jenis kartu tersebut disebut “debit card” oleh merchant atau vendor. Beberapa gambaran umum mengenai jenis-jenis teknologi E-Banking dapat dilihat di bawah ini:

Automated teller machine (ATM). Terminal elektronik yang idsediakan lembaga keuangan atau perusahaan lainnya yang membolehkan nasabah untuk melakukan penarikan tunai dari rekening simpanannya di bank, melakukan setoran, cek saldo, atau pemindahan dana.

Computer banking. Layanan bank yang bisa diakses oleh nasabah melalui koneksi internet ke pusat pusat data bank, untuk melakukan beberapa layanan perbankan, menerima dan membayar tagihan, dan lain-lain.

Debit (or check) card. Akrtu yang digunakan pada ATM atau terminal point-of-sale (POS) yang memungkinkan pelanggan memperoleh dana yang langsung didebet (diambil) dari rekening banknya.
Direct deposit. Salah satu bentuk pembayaran yang dilakukan oleh organisasi (misalnya pemberi kerja atau instansi pemerintah) yang membayar sejumlah dana (misalnya gaji atau pensiun) melalui transfer elektronik. Dana ditransfer langsung ke setiap rekening nasabah.

Direct payment (also electronic bill payment). Salah satu bentuk pembayaran yang mengizinkan nasabah untuk membayar tagihan melalui transfer dana elektronik. Dana tersebut secara elektronik ditransfer dari rekening nasabah ke rekening kreditor. Direct payment berbeda dari preauthorized debit dalam hal ini, nasabah harus menginisiasi setiap transaksi direct payment.

Electronic bill presentment and payment (EBPP). Bentuk pembayaran tagihan yang disampaikan atau diinformasikan ke nasabah atau pelanggan secara online, misalnya melalui email atau catatan dalam rekening bank. Setelah penyampaian tagihan tersebut, pelanggan boleh membayar taguhan tersebut secara online juga jika berkenan. Pembayaran tersebut secara elektronik akan mengurangi saldo simpanan pelanggan tersebut.

Electronic check conversion. Proses konversi informasi yang tertuang dalam cek (number rekening, jumlah transaksi, dll) ke dalam format elektronik agar bisa dilakukan pemindahan dana elektronik.
Electronic fund transfer (EFT). Perpindahan “uang” atau “pinjaman” dari satu rekening ke rekening lainnya melalui media elektronik.

Payroll card. Salah satu tipe “stored-value card” yang diterbitkan pemberi kerja sebagai pengganti cek yang memungkinkan pegawainya mengakses pembayaraannya pada terminal ATM atau Point of Sales. Pemberi kerja menambahkan nilai pembayaran pegawai ke kartu tersebut secara elektronik.

Preauthorized debit (or automatic bill payment). Bentuk pembuayaran yang mengizinkan nasabah untuk mengotorisasi pembayaran rutin otomatis yang diambil dari rekening banknya pada tanggal-tangal tertentu dan biasanya dengan jumlah pembayaran tertentu (misalnya pembayaran listrik, tagihan telpon, dll). Dana secara elektronik ditransfer dari rekening pelanggan ke rekening kreditor (misalnya PLN atau PT Telkom).

Prepaid card. Salah satu tipe Stored-value card yang menyimpan nilai moneter di dalamnya dan sebelumnya pelanggan sudah membayar nilai tersebut ke penerbit kartu.

Smart card. Salah satu tipe stored-value card yang didalamnya tertanam satu atau lebih chips atau microprocessors sehingga bisa menyimpan data, melakukan perhitungan, atau melakukan proses untuk tujuan khusus (misalnya validasi PIN, otorisasi pembelian, verifikasi saldo rekening, dan menyimpan data pribadi). Kartu ini bisa digunakan pada system terbuka (misalnya untuk pembayaran transportasi public) atau system tertutup (misalnya MasterCard atau Visa networks).

Stored-value card. Kartu yang di dalamnya tersimpan sejumlah nilai moneter, melalui pembayaran sebelumnya oleh pelanggan atau melalui simpanan yang diberikan oleh pemberi kerja atau perusahaan lain. Untuk single-purpose stored value card, penerbit (issuer) dan penerima (acceptor) kartu adalah perusahaan yang sama dan dana pada kartu tersebut menunjukkan pembayaran di muka untuk penggunaan barang dan jasa tertentu (misalnya kartu telpon). Limited-purpose card secara umum digunakan secara terbatas pada terminal POS yang teridentifikasi sebelumnya di lokasi-lokasi tertentu (misalnya vending machines di sekolah-sekolah). Sedangkan multi-purpose card dapat digunakan pada beberapa penyedia jasa dengan kisaran yang lebih luas, misalnya kartu dengan logo MasterCard, Visa, atau logo lainnya dalam jaringan antar bank.

Reff: http://jagatrian.wordpress.com/2011/04/14/jenis-jenis-e-banking/